Relaksasi Otak dan Pembersihan Paru-paru
By oxana on Mar 2, 2009 in Ilmu pengetahuan and tagged otak, paru paru
Otak adalah salah satu organ tubuh manusia yang sering digunakan, oleh karena itu, otak yang sudah terlalu lelah berpikir, perlu direlaksasi dengan mensuplai oksigen dari paru-paru ke otak melalui latihan pernafasan.
Tidak ada satupun obat yang bisa mengatasi kelelahan otak, kendati diberi obat penenang paling manjur sekalipun. Karena, obat itu hanya mampu menidurkan sel-sel dan saraf-saraf di otak dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan kebutuhan relaksasi untuk otak yang lelah perlu dalam jangka panjang, bukan temporer. Sebab, otak terus berkerja secara simultan.
Latihan membersihkan otak penting dilakukan, terutama untuk membuang pikiran negatif yang dapat menimbulkan stres, sifat dengki, iri, atau sombong. Latihan ini menjadikan pikiran positif, kreatif, bahagia, damai, serta menumbuhkan rasa kasih terhadap sesama makhluk ciptaan Allah.
Latihan membersihkan otak juga untuk menjernihkan pikiran anda dan keheningan hati. Hasrat Inayay Khan, seorang psikolog, menyatakan bahwa Allah itu barada dalam hati yang bening serta penuh kedamaian dan kasih sayang. Bila pikiran dan hati jernih dan bening, semua problem kehidupan dan juga penyakit dapat dilenyapkan.
Latihan-latihan ini juga memberikan gerak rentangan yang bagus, terutama pada punggung, bahu lengan, paha dan lutut. Akibatnya, Anda dapat membangkitkan energi tubuh serta menghilangkan ketegangan dan kelelahan.
Latihan ini sangat bagus dilakukan saat bangun tidur, sedang bekerja, atau di malam hari. Latihan ini dapat dilakukan dalam posisi berdiri, duduk bersila, duduk di kursi atau berbaring dengan kaki sedikit direnggangkan.
Latihan 1
Awalilah sikap ini dengan duduk tenang dan santai. Setelah itu, hirup napas dalam-dalam secara halus dan pelan-pelan, tahan 5 detik (hitung dalam hati 1 sampai 5), lalu lepaskan perlahan-lahan. Lakukanlah sebanyak 10 kali atau lebih, terutama untuk tujuan membersihkan paru-paru dari udara kotor (CO2). Paru-paru menjadi bersih karena alveoli (balon udara paru-paru) akan terisi udara bersih (O2).
Latihan II
Lakukan pernapasan kepala. Tundukkan kepala kemudian tariklah napas perlahan-lahan ke atas, tahan sebentar (hitungan 5 detik), kemudian lepaskan napas perlahan-lahan. Lakukan 10 kali atau lebih.
Visualisasikan O2 masuk ke otak dan keberadaan O2 akan secepatnya mengganti CO2 di kepala, terutama di otak. Pengaruh yang akan diperoleh adalah kerja kelenjar pineal dan pituitari serta otak kecil (tepat di belakang kepala) menjadi normal, sehingga penyakit migrain, pusing dan yang disebabkan tekanan darah, berangsur-angsur sembuh. Selain itu, normalnya fungsi kelenjar pineal dapat memulihkan pengaturan distribusi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di seluruh tubuh.
Kelenjar pineal di otak menghasilkan dua zat, yaitu melatonin dan serotonin. Serotonin mengembangkan perasaan nyaman, tenang dan tidur nyenyak. Sebaliknya, tingkat melatonij abnormal dapat mengakibatkan emosi, depresi, dan kelesuan.
Latihan III
Kaitkan tangan di belakang pinggang. Tundukkan badan ke depan, setelah itu tariklah napas perlahan-lahan sampai badan tegak kembali. Bila tubuh sudah tegak, tahanlah napas sekitar 5 setik, kemudian keluarkan napas perlahan-lahan. Lakukanlah 10 kali dengan lambat.
Gerakan mengangkat tubuh dan mengeluarkan napas dilakukan perlahan-lahan saja, tidak perlu cepat-cepat atau tergesa-gesa. Gerakan pernapasan dilakukan semakin lambat dan lembut semakin baik.
Latihan IV
Duduk dan bernapas seperti pada latihan pertama, tetapi dengan penghayatan dan penikmatan meditasi pernapasan (breathing meditation). Latihan ini tidak usah dihitung, tetapi lakukan selama 5 hingga 10 menit saja.
Lakukan pernapasan secara lembut dan tidak usah menahan napas. Rasakan keluar masuknya napas dari hidung, sampai pikiran terasa tenang dan hati bahagia.
Pernapasan pembersihan otak ala Anugrah Agung ini adalah pernapasan abadi yang memberikan oksigen sebanyak-banyaknya ke otak, juga membersihkan paru-paru dari berkuasanya CO2 dan dengan secepatnya menggantinya dengan O2. Hal ini akan meningkatnya tahap-tahap energi kuat yang memberikan kontribusi pada kesehatan tubuh fisik dan psikis.
Pernapasan pembersihan otak ini dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan, wawasan, koherensi otak kanan dan kiri. Juga dapat meningkatkan kreativitas, sikap arif bijaksana, daya tahan, memperbesar rasa percaya diri, dan sifat-sifat positif lainnya.
Pernapasan ini bermanfaat pula bagi orang yang menderita penyakit kronis sekalipun. Sebab, pikiran yang bersih dan hati yang bening adalah sumber pengobatan dari segala penyakit. Namun, segala usaha itu jangan lupa diawali dan ditutup dengan doa syukur. (to/snr).
Lawan Kanker dengan Kekuatan Cinta
Vera Farah Bararah - detikHealth
Ilustrasi (Foto: sober)
Proses penyembuhan penyakit kanker memerlukan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari pasien. Karena itu dibutuhkan dukungan dan perhatian dari orang-orang disekitarnya untuk membangkitkan semangatnya.
"Penyakit kanker sebenarnya penyakit yang bisa disembuhkan, tapi untuk mencapai itu dibutuhkan proses serta daya tahan tubuh yang bagus dan optimal," ujar Dr Maria Astheria Witjaksono, MPALLC (FU) dari RS Kanker Dharmais dalam acara support group CISC (Cancer Information and Support Center) di Imam Bonjol, Jakarta, (14/2/2010).
Dr Maria menuturkan hal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari seorang pasien kanker adalah adanya harapan, semangat untuk bertahan hidup, kasih sayang dari orang-orang disekitarnya serta perasaan dicintai dan mencintai.
"Perasaan cinta bisa membangkitkan semangat, harapan dan gairah dari diri si pasien untuk terus bertahan dan berobat sehingga pengobatan yang dilakukannya bisa optimal," ujar dokter bagian perawatan paliatif RS Kanker Dharmais.
Pengobatan kanker seperti kemoterapi membutuhkan kondisi pasien yang baik dan memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Karena selain membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh, pengobatan ini juga menimbulkan efek samping bagi pasien itu sendiri. Jika pikiran dan hatinya tenang, maka pengobatan kemoterapi yang dijalaninya juga bisa lebih maksimal.
Pasien kanker diharapkan belajar untuk mencintai orang-orang dengan cara memaafkan semua kesalahan orang lain, dengan begitu hatinya akan menjadi lebih lega dan tenang. Sedangkan perasaan dicintai akan meningkatkan semangat pasien untuk bertahan dan berpikir bahwa hidupnya masih berarti untuk orang-orang terdekatnya.
"Kalau orang masih menyimpan dendam atau marah pada orang lain, maka hal ini bisa mempengaruhi hidupnya seperti nafsu makan berkurang, tidak bisa tidur yang dapat menurunkan daya tahan tubuhnya. Sehingga bisa mempengaruhi efek dari pengobatan yang sedang dijalaninya," ungkapnya.
Dr Maria menuturkan ada 5 tahapan yang dilalui oleh pasien kanker, yaitu:
Tahapan menolak.
Perasaan ini sering dialami oleh pasien kanker yang baru didiagnosis menderita salah satu jenis kanker.
Rasa marah.
Perasaan ini timbul pada diri pasien, kenapa harus saya yang sakit? Terkadang ada pasien yang merasa marah pada Tuhan.
Mencoba untuk menerima keadaan.
Pasien mulai mencoba bernegosiasi dengan kondisinya dan menerima keadaan yang ada.
Perasaan depresi.
Pasien merasa stres dan depresi dengan keadaan yang ada, seperti bagaimana nanti kehidupan keluarganya, siapa yang akan mengurus suami/istri dan anak-anaknya.
Tahapan menerima keadaan.
Pada tahap ini pasien sudah bisa menerima keadaannya dan pasrah dengan segala kondisi yang ada.
"Setelah menerima kondisi tubuhnya, maka tahap selanjutnya adalah menyesuaikan diri dengan keadaan penyakitnya. Karena seseorang tidak bisa terus menerus menyalahkan dirinya, tapi harus bangkit dan berjuang melawan penyakit tersebut," tambahnya.